Olimpiade mapel JSIT di kaliurang jogja

4 08 2007




10 05 2007

Awal perjalanan sebelum tertinggal

Makan apa ?





wates rembang

10 05 2007

acara jalan-jalan anak!pic_2855.jpg





Pendidikan Islami

10 05 2007

Teknologi modern telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas negara, menerobos berbagai pelosok perkampungan di pedesaan dan menyelusup di gang-gang sempit di perkotaan, melalui media audio (radio) dan audio visual (televisi, internet, dan lain-lain). Fenomena modern yang terjadi di awal milenium ketiga ini popular dengan sebutan globalisasi.

Sebagai akibatnya, media ini, khususnya televisi, dapat dijadikan alat yang sangat ampuh di tangan sekelompok orang atau golongan untuk menanamkan atau, sebaliknya, merusak nilai-nilai moral, untuk mempengaruhi atau mengontrol pola fikir seseorang oleh mereka yang mempunyai kekuasaan terhadap media tersebut. Persoalan sebenarnya terletak pada mereka yang menguasai komunikasi global tersebut memiliki perbedaan perspektif yang ekstrim dengan Islam dalam memberikan criteria nilai-nilai moral; antara nilai baik dan buruk, antara kebenaran sejati dan yang artifisial.





KETELADANAN

10 05 2007

TUTUR katanya mantap dan tersusun rapi. Sesekali, humor segar terlontar dari gaya bicaranya yang kebapakan. Dari balik balutan kemeja batik cokelat berlengan pendek, amat kentara sikapnya yang sederhana dan rendah hati. Pembicaraan pun mengalir mudah dan renyah. Dalam hitungan menit, penulis seakan lupa bahwa saat itu tengah berbincang bersama seorang guru yang seluruh rambutnya telah memutih dengan beberapa gigi depan yang sudah tanggal.
ENTON (73), guru seni rupa yang masih aktif mengajar di SMAN 16 Bandung di Jln. Mekarsari No. 81 Kiaracondong Bandung dan lebih dari separuh hidupnya dihabiskannya sebagai pendidik.*UWIE/”PR”

Namanya cukup singkat, Enton (73). Saat ini ia masih aktif mengajar Seni Rupa di SMAN 16 Bandung yang terletak di Jln. Mekarsari No. 81 Kiaracondong. Lebih dari separuh hidupnya ia habiskan sebagai pendidik. Baginya, tak ada istilah pensiun untuk merengkuh anak-anak didiknya melalui pendidikan seni. “Lamun silaing hayang jadi jalma cageur jeung bageur kudu jadi guru, ambeh jadi conto (Kalau kamu ingin menjadi seseorang yang baik harus jadi guru supaya menjadi contoh,-red).” Kalimat yang diucapkan sang ayah itu rupanya turut andil mendorong Enton untuk memilih jalan hidup sebagai guru. Sambil menempuh pendidikan di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP atau UPI saat ini-red), Enton sudah mulai mengajar.

(Wilda Nurlianti/”PR”)***





Hello world!

10 05 2007

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!








Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.